You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Ngloram
Logo Desa Ngloram
Ngloram

Kec. Cepu, Kab. Blora, Provinsi Jawa Tengah

FESTIVAL NGLARAS JAGAT 5 KIRAB BUDAYA AMERTA ANJIWANI

Administrator 28 Oktober 2026 Dibaca 38 Kali
FESTIVAL NGLARAS JAGAT 5  KIRAB BUDAYA AMERTA ANJIWANI

 

NGLARAS JAGAT NGLORAM #5

 Tema   : Amerta Anjiwani  ( air kehidupan yang menghidupkan ) 
Sebuah ungkapan filosofis yang melambangkan sumber kehidupan yang memberi daya hidup , menumbuhkan harapan dan menjaga keberlangsungan kehidupan 

Kirab Budaya sebagai wujud rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa atas berkah yang di berikan atas sumber daya alam berupa Tanah , Air yang melimpah juga sebagai wujud pelestarian warisan leluhur dan penguat persatuan masyarakat

Pemerintah Desa Ngloram, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, menyelenggarakan kegiatan Kirab Budaya NGLARAS JAGAT NGLORAM #5 sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan warisan budaya serta kearifan lokal yang menjadi bagian dari jati diri masyarakat Desa Ngloram.

Kegiatan ini berangkat dari pemahaman bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan nilai kehidupan yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi penerus. Melalui budaya, masyarakat mengenali asal-usulnya, memahami nilai-nilai luhur para leluhur, serta memperkuat rasa memiliki terhadap desa dan lingkungannya.

Secara filosofis, NGLARAS JAGAT NGLORAM#5 dimaknai sebagai upaya mewujudkan keselarasan antara manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa, sesama manusia, alam lingkungan, dan warisan budaya. Keselarasan tersebut menjadi landasan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, menjaga kerukunan, serta mewujudkan pembangunan desa yang tidak meninggalkan akar sejarah dan identitas budayanya.

Dalam prosesi kirab, salah satu bagian penting adalah penyerahan pusaka dari Ketua Adat kepada Kepala Desa. Prosesi ini dimaknai sebagai simbol kesinambungan tanggung jawab dalam menjaga warisan leluhur. Ketua Adat merepresentasikan penjaga tradisi dan ingatan sejarah, sedangkan Kepala Desa mengemban amanah untuk melindungi, mengayomi, dan memajukan masyarakat, termasuk menjaga keberlangsungan kebudayaan desa.

Penyerahan pusaka tersebut menjadi pengingat bahwa warisan leluhur tidak cukup hanya disimpan dan dihormati, tetapi harus dijaga maknanya serta diwariskan melalui tindakan nyata. Nilai-nilai keberanian, kebijaksanaan, tanggung jawab, dan pengabdian kepada masyarakat diharapkan senantiasa menjadi bagian dari kehidupan Desa Ngloram.

Iring-iringan kesenian Barongan turut memperkaya prosesi kirab sebagai wujud kecintaan terhadap kesenian tradisional khas daerah Blora. Kehadirannya menjadi simbol semangat, keberanian, dan daya hidup budaya lokal yang harus terus dipelihara agar tetap berkembang di tengah perubahan zaman.

Sementara itu, lima belas gunungan yang berasal dari lima belas Rukun Tetangga (RT) menjadi representasi kebersamaan seluruh unsur masyarakat. Gunungan yang menyimbolkan hasil bumi dan ungkapan rasa syukur tersebut menggambarkan harapan akan keberkahan, kemakmuran, dan kehidupan yang lebih baik. Lima belas gunungan itu juga menegaskan bahwa setiap RT mempunyai peran dan kontribusi dalam membangun Desa Ngloram.

Kegiatan ini semakin bermakna dengan antusiasme dan partisipasi warga dari tiga dukuh, yaitu Dukuh Nglinggo, Dukuh Ngloram, dan Dukuh Putuk. Kebersamaan ketiga dukuh menunjukkan bahwa perbedaan wilayah bukanlah pemisah, melainkan bagian dari kekayaan yang memperkuat persatuan. Semangat gotong royong, guyub rukun, dan rasa memiliki terhadap desa menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan ini.

Melalui Kirab Budaya NGLARAS JAGAT NGLORAM #5, Pemerintah Desa Ngloram bersama masyarakat bermaksud membangun kesadaran bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama. Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas desa, menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan leluhur, menjaga kerukunan antarwarga, serta mengembangkan potensi seni dan budaya sebagai bagian dari pembangunan desa yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, NGLARAS JAGAT NGLORAM#5 bukan hanya tentang mengarak pusaka, menampilkan Barongan, atau membawa gunungan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan pernyataan bersama bahwa Desa Ngloram memiliki sejarah, memiliki budaya, dan memiliki masyarakat yang bersedia menjaga warisan tersebut.

Dengan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bersinergi dalam merawat tradisi, melestarikan alam, memperkuat persatuan, dan membangun masa depan desa tanpa kehilangan jati diri.

NGLARAS JAGAT NGLORAM #5: Merawat Warisan Leluhur, Menyatukan Kebersamaan, dan Meneguhkan Jati Diri Desa.

Sebab desa yang besar bukan hanya desa yang maju pembangunannya, melainkan juga desa yang mampu menjaga akar budayanya, menghormati sejarahnya, dan mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi berikutnya.
 Setiap gunungan merepresentasikan satu wilayah rukun tetangga yang menjadi bagian dari kesatuan Desa Ngloram. Perbedaan lingkungan, keluarga, dan kehidupan sehari-hari dipersatukan melalui satu tujuan, yaitu menjaga kerukunan dan membangun desa bersama-sama.
Gunungan yang tersusun dari hasil bumi dan aneka sajian masyarakat dapat dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur atas karunia Tuhan Yang Maha Esa, kesuburan alam, rezeki, serta keberlangsungan kehidupan.
Bentuk gunungan yang menjulang ke atas juga dapat ditafsirkan sebagai simbol harapan dan cita-cita masyarakat agar kehidupan desa senantiasa meningkat menuju keadaan yang lebih baik.
Angka 15 dalam prosesi ini secara konkret menunjukkan keterwakilan seluruh 15 RT. Setiap gunungan menjadi lambang partisipasi, gotong royong, dan kontribusi masyarakat.

NGLORAM HEBAT ...!!!

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan